Powered By Blogger

Senin

TAK HENDAK HINDARI TAKDIR


 

Rasa sunyi sendiri ini entah mengapa terus ada. 
Tapi untuk apa dia berlari mengitari dengan tertawa sukaria 
dengan ejekan sinis lalu beri garam pada luka yang aku tahu itu ada. 
Telah pergi semua mimpi bersama larutnya bayangmu dari selasar rumah jiwa,
pun hadirmu tak lagi dinanti. 
Biarkan sunyi-sendiri ini, 
biarkan ia menari-nari di atas kuburan jiwa-jiwa. 
Tak hendak kucegahi peristiwa yang telah terjadi. 
Kini adalah kedukaan, lalu kemudian kedukaan adalah kini. 
Adapun hidup akan berjalan. 
Adapun luka kan terus menganga. 
Adapun sunyi akan selalu mendera,
Tak hendak kuhindari, Tapi Takdir sudah menghendaki...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar