Powered By Blogger

Sabtu

CACAR HATI


Seperti hari-hari sebelumnya, hanya dengan jarak 60 kaki saja, aku sudah bisa menikmati ilmu, yang aku pelajari di sekolah, seperti layaknya remaja berusia belasan tahun lainnya. Beruntungnya aku, yang bertempat tinggal di asrama putri yang hanya berjarak jalanan aspal. ditambah sungai membentang yang atasnya tertimbun jembatan. Alat penyambung menuju gerbang sekolah ini sering aku injak-injak setiap harinya. Terimakasih aku panjatkan untuk jembatan, tanpa dia mungkin aku harus menggunakan pelampung, atau aku harus naik ke punggung yuyu kangkang untuk menyebrangi sungai. Segera lupakan masalah jembatan, dan kembali focus ke ceritaku. Sampai di langkah kakiku yang ke 44, tiba-tiba langkahku terhenti ketika muncul sosok yang aku cukup kenal. “ un si hakam sakit nooh..dia gak masuk hari ini..” si wanto (nama samaran) lebih tepatnya. “iyaa..” sahutku kecut, dengan muka mulai agak keriput, jantung agak sedikit rontok, dan hidung udah mulai berair, kekhawatiran mulai menyetubuhiku. Sejak kemaren kabar sakitnya pacarku ini udah aku tau lebih dulu dari si hakam langsung. Setelah setengah hari menghabiskan waktu di sekolah dengan jantung yang terasa semakin rontok. Sepulang sekolah hakam sendiri mengabarkan ia difonis cacar kulit. Setahuku, penyakit itu hanya dialami oleh manusia sekali seumur hidup. Tiba-tiba aku mikir, “ aku udah pernah cacar kulit belon ya?? “ lamunan ku buyar gara-gara si pacar. Cowok yang jutek tapi manja ini, paling kambuh manjanya kalo’ lagi sakit begini. “ ade kesini ya..” dari nada sms-nya aja kliatan kaya anak kecil yang datang di kerumunan teman-temannya, lalu dengan pasang muka melas, bibir membentuk seperti gunung, di tambah mata berkaca-kaca, dan kedua tangan saling menggenggam, sambil seperti memainkan tangannya sendiri. Setelah menimbang dan seterusnya.., menilai dan seterusnya.., aku putuskan untuk menemuinya. Dengan keringat bercucur, hidung kembang kempis, dan sesekali mengusapkan handuk ke dahinya. Tukang becak yang sati ini menggenjot becaknya dengan begitu semangat. Sempat kudengar erangan nafasnya yang begitu menggebu-gebu. Tapi lain halnya denganku, merasakan semilir angin sepoi-sepoi, kulihat daun-daun bergoyang kekanan lalu kekiri. Serasa dihipnotis dan ingin ikut bergoyang, mata mulai terasa berat. Gak kerasa dengan merogoh dompet 20.000, sampai ke rumah sakit tempat si pacar dirawat. Perlahan kuayun langkahku dengan awas, sambil kepala nengok kanan kiri, sampai pada akhirnya ketemu suster berbadan agak gemuk tapi berkulit mulus itu, aku menemukan jawaban. “ cari siapa ya mbak? “ sapanya ramah, belum sempat aku menjawab, si suster keburu nyamber duluan. “ hakam ya mbak?? “ tanyanya lagi-lagi dengan ramah. “ iya “ jawabku singkat. “ di ujung sana mbak” katanya sambil menunjuk arah pojok. Agak ragu campur malu dan nervous, sampailah aku didepan ruangan, yang dari luar terlihat laki-laki muda memiringkan tubuhnya. Terpampang jelas disana pemandangan yang tiba-tiba bikin nyesek, ngenes, takut, caampur kasihan. Punggung yang terpampang itu seperti bercorak, banyak bintik-bintik merah mirip lampu. Akhirnya setelah mikir serius selama 5 menit, aku putuskan masuk. Waktu itu usia pacaran masih seumur kutu, 3 bulanan mungkin kalo’ gak salah. Jadi aku belum begitu dekat dan biasa, masih malu-malu. Harap maklum, dia cinta pertama sejak 3 tahun lebih 4 bulan yang lalu. Kecuekanku ke cowok bikin pergaulanku ke cowok rendah. Temen cowok aja terbatas, gadis cantik seperti aku ini sayangnya sangat pemalu dan cuek, khususnya sama cowok. Sampai didalam, aku masih sibuk mikir apa yang harus aku lakuin setelah ini, begitu aku kaget pas lihat mukanya yang ternyata, lebih seram dari apa yang aku bayangin. Sampai akhirnya dia yang membuka ke-garingan ini “ jijik ya?? “ kata si pacar dengan muka seperti bertumpuk kutu. “ ya enggak lah “ jawabku sambil menggenggam tangannya denga hati agak galau. Gak lama setelah sholat magrib, si suster yang baru kulihat datang dengan tangan menggandeng timba berisi air panas “ iya sus taro’ situ aja “ akhirnya dengan penuh kasih sayang dan tanpa rasa jijik lagi, mulai ku basuhkan air hangat itu ke badannya. Gak kerasa udah larut malam, seletah semua udah selesai. Mulai dari seka-in bayi gede ini, sampai suapin makan juga. Tiba-tiba aku lihat dia gemeteran sambil nahan nangis, waktu aku deketin dan Tanya kenapa, dia Cuma jawab dengan bibir bergetar bilang sakit. Suasana hatiku waktu itu campur lagi, cemas, bingung, juga pengen nangis lihat orang yang mulai aku cintai terkapar begini. Sampai akhirnya dia bilang minta dipeluk, dingin katanya. Setelah aku lingkarkan tanganku di perutnya, dia udah agak sedikit tenang. Keesokan harinya aku dengar kabar teman-teman si pacar bakalan datang, dateng lagi peasaan gak wajar ini. Sampai akhirnya seorang cewek dateng sendirian, yang aku kenal dia anak satu asrama denganku, begitu juga dengan inayah, mantan pacar cowok yang sekarang di dekatku. Tapi kenapa sosok seram inayah gak aku lihat??, aku mulai berjalan keluar, mencari inayah tapi gak juga ketemu, sampai aku terima sms dari pacar ” dia udah di dalem “ sampai aku ngerasa udah males akhirnya dapet telephone masuk dari mala, sahabatku waktu SMP. “ gondol…dimana kamu? “ panggilnya dengan panggilan yang sudah gak asing lagi. “ aku ada di rumah sakit, kesinio sekarang. Lagi nungguin pacar neeh sendiri bosen juga “ balasku agak mengeluh. “ok “ jawabnya dengan langsung mematikan telephone. Dengan luka yang menganga di hati, kulihat inayah ada di dalam ruangan dimana si pacar dirawat, ingin hati rasanya mencakar-cakar, menjambak-jambak inayah sampai compang-camping. Sedang mereka didalam, aku dan sebongkah cemburuku, menikmati percakapan dengan para sahabat lama. Penuh semangat bercampur aramah, sampai-sampai volume bicaraku melampaui batas. Tapi tak juga aku hiraukan. Menjelang sore, suster datang seperti biasa membawakan air hangat. Segera aku seka (die lap pake’ kain) si pacar, sampai langkah yang ke dua, yaitu menaburi badan si pacar pake bedak gatal, agar dia gak garu-garuh seharian suntuk. Tapi hari semakin gelap dan semakin ramai, teman-teman si pacar berbondong-bondong menyusul datang. Akhirnya aku memutuskan untuk sholat dulu, tapi sungguh aku dikagetkan dengan pemandangan yang bisa bikin hati kalap. Kembalinya dari musolla, ku lihat inayah dengan lancangnya menaburi badan si pacar dengan bedak, yang seharusnya itu jatahku. Dengan pasang tampang santai aku minta pulang saja, sebelum pulang si pacar sempat menunjukkan cintanya dengan mengecup keningku. Tapi amarah masih menyetubuhiku, jadi luka yang masih menganga ini aku lumas dengan senyum palsu. Ingin sekali rasanya jika aku ini naga, akan ku sembur api sekeras-kerasnya di depan muka inayah. Kebencianku pada inayah, masih bersemi di hati sejak pertama bertemu, sampai saat ini juga. Sesara menahan kotoran yang ingin keluar, aku memutuskan segera pulang. Andai saja hanya ada aku dan inayah, mungkin dia udah habis. Niat ingin pulang semakin bersemi, masih sempat inayah cari muka depan pacar, “ aku antar kedepan ya “ tanpa mengubrisnya aku berlalu pulang, dengan masih membawa selusin penyakit. Yang ada kini, hatiku juga terserang cacar. Perlahan mulai gatal-gatal dan tumbuh benjolan merah, aku pikir ini pasti cacar hati.
By uunfan centil

CINTA VS MATRE


Menurutku yang namanya matre sama cinta itu saling beruhubang erat. Didunia ini aja udah bisa dipastiin kemampuan kematrean para wanitanya. Mulai dari remaja,tante-tante,sampai nenek-nenek. Disegala usiapun ada, dan tidak perlu diragukan lagi,semua cewek pasti punya sifat MATRE. Mungkin hanya pengungkapan bahasa tubuh saja yang berbeda. Contohnya remaja yang masih labil dan mungkin memiliki tingkat kedewasaan yang berbeda tiap individu, remaja yang masih lebih mengutamakan pada yang diinginkan dibanding yang dibutuhkan. Sampai nenek-nenek yang mungkin matrenya sudah bersifat bukan untuk bersenang-senang, melainkan untu masa depan anak dan keturunannya. Dengan begini mungkin banyak orang tua yang masih berfikir status social itu penting. Padahal tiap individu pasti bisa berkembang dengan bertambahnya usia dan kedewasaan. Kekhawatiran mereka atas jaminan kebahagiaan anak cucunya yang membuat mereka buta akan logika tersebut. Disini kategori tingkat kematrean cewek. Pertama, MMTM (malu-malu tapi mau) nggak sedikit aku jumpai, banyak cewek yang pengen ini itu dari pasangan, tapi gengsi or malu. Alasannya malu lah, gengsi lah, atau menunggu kesadaran pasangan, kalau nunggu kesadaran keburu tua kali yaa..sedikit tips buat para cewek yang menderita MMTM, jaman sekarang yang namanya nunggu cowok kalian pada sadar mana booming?? Yang ada malah kalian bakal jadi korban pencuekan pasangan. Entah ini disebut KDRH atau bukan, yang pasti sekarang kan udah zamannya emansipasi wanita, nah perjuangkan hak-hak kalian. Benar juga kata mas uya, keluarkan unek-unek kalian pada pasangan agar nggak nyiksa batin. Kedua, BM (banyak maunya) manusia memang memiliki sifat nggak bisa puas, tapi kita juga harus membatasi kadar kematrean kita ladies. Gak sedikit cowok yang rela menghabiskan uangnya buat kekasih tercinta, tapi cowok juga manusia yang mutlak punya batas kesabaran. Cowok juga pasti bakal capek jikalau jika cewek yang dicintainya ini banyak maunya. Mengungkapkan keinginan sih bagus-bagus aja, disitu terselip harapan pasangan mau memberi apa yang kita mau, asal jangan melebihi batas kematrean ladies. Kita juga harus mikirin kondisi pasangan, lagi aji mumpung apa aji buntung. Kalau pasangan lagi tanggal muda boleh lah sedikit mengharap sesuatu, tapi kalau lagi tanggal tua jangan coba-coba meminta apapun pada pasangan, salah-salah kita malah dapet semprot, nahh inilah disaat kalimat “ dasar cewek matre “ keluar dari mulut cowok. Ketiga, MTT (matre tingkat tinggi) nah, yang satu ini masuk kategori bahaya ladies. Nggak sedikit juga cewek yang rela ngelakuin apa aja asal keinginannya dituruti, bisa juga sampai mempertaruhkan harga diri sebagai cewek. Permisi ya ladies, diantara kedua kategori diatas, kategori ketigalah yang harus para ladies hindari sejak dini. Matre sih boleh aja, asal tau batas kelumrahan dan tata kesopanan. Jangan sampai kita terjerumus dalam lembah hitam, kenapa nggak biru,pink,hijau,atau ungu? Sebab hitam identik dihindari, jangan sampai kita hidup dengan kehinaan. Kalau kita melebihi batas, lingkungan juga nggak bakal bia nerima kita. Jadi kita harus pintar-pintar bawa diri yak ladies. Dari ketiga kategori diatas, lalu apa hubungannya dengan cinta? Ini jawabannya, banyak sekali korban yang beranggapan bahwa cinta dengan matre itu jauh berbeda, tapi menurut lella cinta dan matre itu sangat berhubungan. “ kenapa ?” karna didalam cinta pasti ada yang namanya keinginan, persetan sama yang namanya kita bisa hidup hanya dengan cinta. Cinta juga butuh masa depan, kita juga harus pintar-pintar menjaga cinta, agar cinta yang kita miliki bersama pasangan bisa menjadi masa depan yang bahagia. Cinta juga pasti membutuhkan materi, jika hanya bermodal cinta apa kabar nasib anak cucu nanti? Jika tanpa materi sudah bisa dipastikan setiap harinya hidup kita kan berteman air mata, “ siapa yang masih berfikir kalian bahagia tanpa materi? “ untuk para cowok, jangan semena-mena kalian berfikir wanitamu matre tanpa cinta. Wanitamu hanya berfikir untuk dia, kamu, dan masa depan kalian, apa itu salah? Wanitamu hanya ingin melihat tawa di hari tuamu, mereka tak ingin bersanding dengan air mata di hari tuamu. Tolong mengertilah, sesekali jangan mengandalkan logika jika memandang suatu permasalahan. Dan untuk para ladies, tunjukan cintamu dengan apa yang dia butuh, dan bukan apa yang dia ingin. Tunjukkan padanya, bahwa apa yang udah cowok kalian kasih dengan jerih payah mereka nggak berbuah kekecewaan. Semoga hubungan lella, dia, dan kalian selalu berakhir bahagia, amin ^_^
By ; uun fan Cenil

terharu :(


Sepasang kekasih sedang melaju
lebih dari 100 km/jam di jalan
dengan sebuah motor.
Cewek : Pelan-pelan, aku takut.
Cowok : Tidak, ini menyenangkan.
... Cewek : Tidak, ini sama sekali
tidak menyenangkan. Please, aku
takut!
Cowok : Baik, tapi katakan dulu
bahwa kamu mencintaiku.
Cewek : Aku mencintaimu!
Sekarang pelankan motornya!
Cowok : Sekarang beri aku
pelukan yang erat.
(Lalu si cewek memeluknya)
Cowok : Bisakah kamu melepas
helmku & kamu pakai? Helm ini
sangat menggangguku!
(Si cewek itu pun menurutinya)
Keesokan harinya ada berita di
koran sebuah sepeda motor
menabrak gedung karena rem-
nya blong.
Ada dua orang di atas motor itu,
tetapi hanya satu orang yang
selamat.
Yang terjadi sebenarnya adalah
bahwa di tengah jalan saat
kecepatan tinggi, si cowok
berusaha me-Rem utk
memperlambat, tp si cowok
menyadari bahwa rem motornya
rusak, tapi dia tidak ingin
membiarkan kekasihnya tau.
Dia meminta kekasihnya berkata
dia mencintainya & merasakan
pelukannya, karena dia tau itu
untuk terakhir kali baginya.
Dia lalu menyuruhnya memakai
helm supaya kekasihnya akan
tetap hidup walaupun itu berarti
ia yang akan mati...
Pernahkah kamu mencintai
seseorang sampai sebesar ini ???
Ataukah hanya sebatas
memperhatikannya, peduli,
menelpon / mengirimkannya sms
hanya untuk membuatnya
bahagia?
Pernahkah kamu mengatakan
"AKU MENCINTAIMU" padanya?
Ataukah kamu menunggu untuk
mengatakan itu disaat kamu
berada dlm situasi seperti diatas
motor itu?
Jika tidak, kamu masih punya
kesempatan untuk mencintainya
lebih lagi.
Jangan menyimpan rasa cinta itu
hanya di dalam hati. Katakan
padanya bahwa kau
mencintainya
Karena kamu tidak pernah tau,
apakah besok kamu masih punya
waktu dan kesempatan untuk
mengungkapkannya.

5 ALASAN Berciuman Baik Untuk Kesehatan



Hmmm... Tahukah Kamu, bahwa berciuman itu dapat berdampak baik untuk kesehatan?
Berciuman kini tidak hanya seputar menjaga hubungan agar tetap harmonis dengan pasangan Kamu.
Menurut penelitian baru-baru ini, berciuman dapat berpengaruh baik dalam kesehatan. Berikut adalah beberapa efek menyehatkan dari berciuman:

1. Berciuman dapat meningkatkan kekebalan. Sebuah penelitian baru-baru ini mengatakan, ciuman bisa meningkatkan kekebalan seorang wanita dari sitomegalovirus. Kontak melalui mulut ke mulut, biasanya membawa penyakit. Namun pada orang dewasa, berciuman relatif tidak berbahaya. Berciuman telah lama dianggap sebagai cara untuk menyampaikan penyakit dan demikian dapat memperkuat pertahanan tubuh.

2. Berciuman dapat membantu Kamu memilih pasangan yang terbaik. Seorang Antropolog, Helen Fisher menggambarkan, berciuman sebagai "alat penilaian pada pasangan." Sebagian besar ciuman bertujuan untuk mendapatkan sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Dari 12 saraf tengkorak, lima di antaranya adalah berada di sekitar mulut. Hal ini berguna untuk mengetahui dari hal yang rumit, bau, sentuhan, dan suhu. Ketika Kamu mencium seseorang, Kamu dapat merasakannya, apa yang Kamu inginkan dan apa yang dapat Kamu berikan.

3. Berciuman dapat membakar kalori, seperti membakar setengah gelas anggur. Efeknya pada setiap orang berbeda, biasanya bisa membakar dua hingga enam kalori per menit.

4. Berciuman membuat otot-otot wajah menjadi kuat. Jangan remehkan olahraga pada mulut Kamu. Para peneliti mengatakan, ketika Kamu berciuman, sebanyak 30 otot berkontraksi. Berciuman dapat membuat pipi Kamu kencang.

5. Berciuman secara alami akan membuat Kamu lebih santai. Penelitian ilmiah mengatakan, mencium dapat meningkatkan tingkat oksitosin, yaitu menenangkan reaksi alami tubuh dan juga dapat meningkat endorfin, tubuh berekasi dengan baik. Meludah juga bisa meningkatkan dopamin, yang membantu dalam menambahkan perasaan romantis..



whwhwhwhwhhw...